. Mengukur Tegangan AC, DC, dan jalur PCB
Mengukur Tegangan AC
- Pastikan yang diukur adalah tegangan AC.
- Putar batas ukur ke arah ACV dengan batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang diukur. Misalnya tegangan yang di ukur 200 VAC maka batas ukurnya adalah 250 VAC.
- Hubungkan probe ke masing-masing kutub sumber tegangan (bolak balik sama).
- Lihat penunjukan jarum pada papan skala.
Mengukur Tegangan DC
- Pastikan yang diukur adalah tegangan DC.
- Putar batas ukur ke arah DCV dengan batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang diukur. Misalnya tegangan yang di ukur 200 VDC maka batas ukurnya adalah 250 VDC.
- Hubungkan probe ke masing-masing kutub sumber tegangan yaitu probe merah ke kutub positif dan probe hitam ke kutub negatif.
- Lihat penunjukan jarum pada papan skala.
Mengetes Putus Tidaknya Sebuah Penghantar / Jalur Pcb
- Putar batas ukur pada Ohm meter X1 / X10.
- Hubungkan probe ke masing-masing ujung jalur / penghantar yang akan dites.
- Kalau jarum bergerak menunjuk nol, berarti kabel / jalur OK, dan sebaliknya.
2. Mengukur Transformator
Trafo tersusun dari gulungan kawat primer dan sekunder yang dililitkan pada inti besi. Trafo bisa bekerja hanya dengan tegangan AC.
Jenis trafo adaptor ada 2 :
1. TRAFO STEP DOWN (untuk menurunkan tegangan).
2. TRAFO STEP UP (untuk menaikkan tegangan).
1. TRAFO STEP DOWN (untuk menurunkan tegangan).
2. TRAFO STEP UP (untuk menaikkan tegangan).
Trafo yang kita pelajari nantinya adalah jenis yang stepdown.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar